Senin, 04 Februari 2013

Di balik senyumku!! :’)



Untuk kesekian kalinya aku merasakan kembali apa itu cinta? Irvan! Sosok pria yang mampu mencuri hatiku yang sudah lama terpuruk karna cinta. Dia datang seperti menyatukan kembali hatiku dari puing-puing yang tlah hancur, tatapan mata nya mampu membutakan mata dan fikiran ku, sekarang.. yang ada di benakku hanya ada aku dan kamu yang sekarang telah menjadi kita..

“cie.cie.. ica? Mentang-mentang lagi jatuh cinta melamun aja ni ye”
“hehehe, bisa aja kamu tar,”
“kenalin dong abang irvan nya ke kita-kita”
“nanti deh, aku bakal kenalin ke kalian semua”
“bener ya, sekalian traktirannya..”
“hehe.. sip deh”
            Semua sahabatku sangat mendukung hubungan ku dengan irvan, tidak terkecuali tari, sahabat yang selalu mengerti setiap keadaan hati ku.. mungkin tanpanya aku tak mempunyai penopang semangat lagi di hidupku..

kring.. kring..
 
“angkat dong ca”
“bapak ini masih jelasin pelajaran lho?”
“udah permisi dulu, keluar sana”
“iya deh..”

“pak..”
“iya ica, permisi keluar sebentar pak”
“baiklah, silahkan..”

            setelah mengangkat telfon..  ternyata irvan ingin menjemputku sepulang sekolah nanti, aku sama sekali gak nyangka, di balik kecuekkan nya ternyata dia sangat baik dan peduli kepadaku.. dengan seketika aku pun kembali ke dalam kelas dengan wajah yang berseri-seri, tak lama kemudian bel pun berbunyi pertanda pelajaran telah usai.. semua siswa segera bergegas mempersiapkan buku ke tas mereka untuk segera pulang. Sungguh aneh aku merasakan getaran yang sangat cepat berdegup di jantungku..
“kenapa aku harus deg-degan? Apa karna di jemputnya?”
“heh.. gak pulang ca?”
“pulang tar..”
“terus.. kenapa diam aja disitu”
“irvan mau menjemputku”
“cie.. asik tu”
“aku deg-degan tar”
“ha? Hahahah.. aneh banget sih kamu ca?”
“beneran aku serius tar”
“hahaha.. oke-oke, ica.. dimana-mana setiap cewek pasti senang kalau di jemput pulang sekolah sama pacarnya, nih kamu malah sebaliknya?”
“ya gak gitu sih tar, tapi..”
“udah deh gak usah tapi-tapi.. ayok kita keluar”
“hm.. iya deh”

“tar.. itu dia”
“yang mana?”
“yang pake jaket merah..”

“hei.. kok tumben ai, jemput aku”
“emang gak boleh ya, iseng aja tadi lewat sekolah kamu, jadi sekalian deh jemput kamu.. hahaha”
“ih dasar, oh ya kenalin ini sahabat aku”
“tari..”
“irvan..”
“oh ya tar, aku pulang duluan ya”
“iya ca, hati-hati ya”
“sip “

            hari-hari ku sungguh indah selama ada dia d hidupku, sejak aku kenal dengannya baru kali ini orang tua ku percaya dan mengizinkanku untuk keluar di saat malam minggu, aku sungguh tak ingin kehilangannya, bagiku dia yang mampu membuat hidupku utuh karna cintanya..

“sayang bawel.. siap-siap ya, sebentar lagi aku jemput kamu”
“oke ai, aku juga lagi siap-siap ni”

            ini.. malam minggu yang  ke-4 aku jalan dengannya, gak tau kenapa, orang tua ku sangat percaya padanya, rasa sayang ku pun semakin bertambah untuknya.. aku sangat nyaman bila berada di pelukannya, kebiasaannya yang selalu menggigit jariku saat di jalan membuat ku semakin teringat jelas d ingatanku setiap gerak-gerik yang dia lakukan terhadapku, semoga dia yang terakhir untuk ku TUHAN..

“hei.. temen-temen semua, ada pengumuman..”
“apaan sih din?”
“diam semua..”
“besok kakak aku nikah, jadi? Aku gak mau tau kalian harus datang..”
“wa…. Cuma ngasih pengumuman gitu aja rempong banget sih?”
“heh.. komen aja kamu ris, pokoknya harus datang ya temen-temen”
“oke dehhhh..”
“gitu dong kompak.. hehehe”
            dini memang temen sekelasku yang agak rame, tapi mengasikkan..
“jangan lupa datang ya ca?”
“iya din.. pasti aku datang kok”
“makasih ica”
“iya din..”

            Keesokan harinya aku pun pergi bersama tari untuk menghadiri acara pesta kakaknya.. acaranya sangat mewah dan elegant, kakak dini terlihat cantik sekali..
“ica.. tari..”
“hey din..”
“akhirnya kalian datang juga..”
“iya dong.. kami pasti dateng..”
“yuk makan”
“iya din..”

            acara pesta pun berjalan dengan lancar, namun hujan pun dengan seketika turun teramat deras.. aku tak bisa pulang.. dan harus menunggu untuk beberapa menit, tetapi hujan tak kunjung reda..
“ca, handphone mu getar tu..”
“eh iya tar..”
            nta, kamu masih di acara pesta? Hujannya deras banget, aku jemput kamu ya d lokasi pesta..
            gak usah ai, aku tunggu hujan reda aja, lagian aku sama tari..
            udah kamu tunggu aja disana, ntar aku bawa kawan aku, biar tari sama kawan aku..

“irvan sama temennya bakal jemput kita disini tar”
“tapi.. hujannya deres banget lho”
“gak tau ni, dia maksa untuk jemput”

            hampir setengah jam aku menunggunya, dan akhirnya dia datang dengan sepeda motornya, sungguh ini hal romantis yang pernah dia tunjukkan kepadaku, selama ini dia terkesan cuek, dan jauh dari kesan romantis.. dia mengasih jaket nya untukku.. di sepanjang jalan aku memelukknya dengan erat.. ini hal yang paling nyaman yang pernah aku rasakan..
****

            Empat bulan kemudian keadaan masih berjalan dengan lancar, hubungan ku dengan nya berjalan kian romantis, tak ada halangan dan rintangan yang ku rasakan hingga akhirnya hubungan ku masuk ke bulan yang kelima.. rasa curigaku kian meningkat.. entah ini hanya perasaanku, entah pun ini sebagian dari kahancuran hubunganku, aku tak ingin berburuk sangka dengannya, aku mencoba menjalaninya dengan fikiran positif ku..“happy aniversary sayang?”
itu pesan singkatku untuknya di bulan yang kelima ini.. namun tak ada balasan nya, tak seperti biasanya ada apa dengannya TUHAN!!
            malam kian larut, satu pesan pun tak ku terima darinya, ku coba untuk menelvonnya namun tak ada jawaban darinya, fikiran ku semakin kacau! Benarkah firasat ku ini? Apakah perubahannya menjadi pertanda akan kehancuran hubungan ku?
            tersentak ingin ku membuka facebookku yang telah lama tidak pernah ku buka..
ya ALLAH air mataku kian menetes, siapa wanita itu? Dengan seketika dia memaki ku d dunia maya ini, segala ucapannya yang menyakiti hati ku terucap dari mulutnya.. ternyata dia adalah risa, mantan irvan yang masih mencintainya.. aku mencoba untuk bersabar dan tak ku hiraukan caci makiannya itu..
hari demi hari pun kian berganti, tak lama muncul pesan darinya..
            nta, maafin aku ya? yang gak ada kabarnya, selama ini aku sibuk dengan urusan kuliah ku, soal risa, dia cuma masa laluku aku tak mau mengingatnya lagi, sekarang hanya ada aku dan kamu, jangan pernah perdulikan dia.. aku harap kamu bisa mengerti jangan pernah berfikir negatif ya ..
Aku mencoba untuk menenangkan fikiranku, aku percaya padanya juga pada cinta ku untuk nya, cacian dari mantannya semakin bertubi-tubi menghampiriku, namun aku selalu membalasnya dengan senyuman ku ..

“kamu hari ini sibuk gak ai, bisa temenin aku sore ini”
“maaf nta, aku hari ini sibuk..”
“baiklah ..”

            tak ada lagi waktu untukku, sampai kapan aku harus bertahan seperti ini.. apa lagi mantannya yang selalu menerorku membuat batinku sakit dan semakin sakit untuk di ingat akan kata-katanya, sekarang aku bagaikan tak punya siapa-siapa selain ibuku yang selalu menenagkan ku, ibu yang membuat ku tegar dikala semua orang tak pernah mengerti akan keadaanku..

kring..kringg
“halo..”
“ica?”
“iya benar.. siapa ya?”
“ca.. maaf sebelumnya, ini bang ari temannya irvan”
“oh iya, ada apa ya bang..?”
“--------------“

            penjelasan bang ari sangat membuatku terpukul, benarkah yang iya katakan? Benarkah selama ini irvan telah kembali kepada risa? Namun kenapa iya tak pernah jujur, kenapa dia bilang sibuk masalah kuliah? Kenapa? Kenapa?.. hati ini semakin terpukul kala aku mendengar bahwa dia pergi nonton bersama risa di belakang ku, dia jalan bersama risa, lalu? Apa fungsi ku di hidupnya? Apa ku hanya pelampiasan untuknya?..

“sudahlah lah nak, tak perlu ditangisi lelaki seperti itu”
“tapi bu.. dia terlampau tega”
“iya, ibu ngerti, tapi jangan pernah terpuruk karna seorang lelaki.. kehidupan mu masih berlanjut.. tatap masa depan”

            ibuku selalu menjadi penyemangat dalam kesedihanku.. aku selalu mencoba untuk menghubunginya, namun sama sekali tak ada jawaban darinya, hingga akrinya aku mengirim pesan untuknya..
irvan.. aku mohon jangan pernah diam.. jika memang hatimu masih untuknya aku ikhlas melepasmu, kebahagiaanmu lebih penting dari hancurnya hatiku, jangan pernah menjadikanku pelampiasan hatimu.. jangan pernah bohongi perasaanmu, aku tau dia yang terbaik untukmu.. lepaskan aku irvan.. aku harap kamu mau menjawab pesan ku ini..


3 jam aku menunggu pesan darinya.. dan akhirnya dia membalas pesan ku..

maafkan aku ca, aku sudah kembali padanya.. aku tak pernah menjadikanmu pelampiasan ku, tapi hatiku masih tertuju padanya.. hukum aku ca.. apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku, aku rela kamu apakan, bahkan jika kamu ingin membunuhku.. bunuhlah ca.. jujur aku sayang sama kamu, tapi aku masih membutuhkan risa untuk ku dan untuk hatiku..
terimakasih atas penjelasanmu irvan, sekarang kamu sudah puaskan.. disaat aku di caci maki olehnya karna perbuatanmu.. dan sekarang kau kembali padanya.. aku tak mengapa? Aku bahkan baik-baik saja.. semoga kau bahagia tanpa ada aku di hidupmu.. aku masih bisa tersenyum kok.. jangan hiraukan aku.. kembalilah pada dirinya biarkan aku yang pergi..
aku terima.. pesanku! Jaga dia baik-baik .. kabarkan berita bahagia itu jika kelak kau bersanding dengannya .. :’)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar