sekilas aku melihat keraguan yang terselip dalam matamu,
apakah kau benar mencintaiku, ataukah aku hanya nafsu di duniamu..
sekilas aku ragu akan cintamu,
apakah kau tulus, ataukah aku sebagai pelampiasan di hening kekosongan hatimu..
terkadang kau bagaikan malaikat di malamku, dan persetan di siang hari ku..
wajahmu yang lugu, mampu membuatku yakin bahwa cinta itu putih..
tapi cinta itu merah.. hitam.. dan penuh kepalsuan
kamu memang pria yang baik..
baik kepada setiap wanita
bukan hanya aku
tetapi juga kepada bidadari-bidadari yang kau anggap menarik dimatamu
apa pentingnya masalalu?
bukankah kau yang mengajariku
"lupakan masalalu, tataplah masa depan"
apahkah itu murni, atau hanya omongan manismu..
aku selalu luluh di setiap perkataanmu..
mendendam di kala datangnya kicauan burung,
dan menangis ketika kicauan berubah menjadi alunan lagu yang merdu
kepada siapa aku harus mengadu..
jika tak ada satu mulutpun yang dapat ku percaya di bumi ini..
sabar? sabar? sabar?
terimaksih buat semua yang bersimpati kepadaku
apakah kau benar mencintaiku, ataukah aku hanya nafsu di duniamu..
sekilas aku ragu akan cintamu,
apakah kau tulus, ataukah aku sebagai pelampiasan di hening kekosongan hatimu..
terkadang kau bagaikan malaikat di malamku, dan persetan di siang hari ku..
wajahmu yang lugu, mampu membuatku yakin bahwa cinta itu putih..
tapi cinta itu merah.. hitam.. dan penuh kepalsuan
kamu memang pria yang baik..
baik kepada setiap wanita
bukan hanya aku
tetapi juga kepada bidadari-bidadari yang kau anggap menarik dimatamu
apa pentingnya masalalu?
bukankah kau yang mengajariku
"lupakan masalalu, tataplah masa depan"
apahkah itu murni, atau hanya omongan manismu..
aku selalu luluh di setiap perkataanmu..
mendendam di kala datangnya kicauan burung,
dan menangis ketika kicauan berubah menjadi alunan lagu yang merdu
kepada siapa aku harus mengadu..
jika tak ada satu mulutpun yang dapat ku percaya di bumi ini..
sabar? sabar? sabar?
terimaksih buat semua yang bersimpati kepadaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar