Senin, 18 Agustus 2014

setelah satu bulan

genap satu bulan kepergian mu.
kau disana dan aku masih setia disini bersama hujan
hari pertama tanpamu, hujan menenangkanku.
satu minggu tanpa mu, hujan masih setia menemani kesedihanku
minggu berikutnya hujan seakan enggan menyapaku,
dan disaat satu bulan kepergianmu hujan turun kembali, ia hadir menyerbuku, seakan menertawakan ku di tengah keramaian umat manusia.
disana hanya ada aku disaat semua orang mencari persinggahan,
lalu, kenapa aku masih terus melaju, seakan-akan aku ingin terus mengemis-ngemis perhatian mu.
betapa bodohnya aku yang masih menantimu, seolah-olah hujan berbisik kepada dunia,
aku lah wanita terbodoh yang masih saja mengais secercah belas kasih mu.

genap satu bulan kepergianku.
kau tampak lebih ceria dari yang kukira
tak ada lagi namaku, aku, dan duniaku dihidupmu.
seakan-akan kau tertawa bahagia di saaat kepergianku.
kau terus melaju dan tak menghiraukan bayanganku yang terus menggapaimu namun sulit untuk terjangkau.
kau hadirkan cerita baru, nama baru, keindahan baru di duniamu.
saat hujan turun, kau pun menghapus cerita kita, dan di saat hujan telah reda kau ciptakan aroma baru di atas tanah yang telah dibahasi oleh hujan.

genap satu bulan..
tak ada lagi kita, tak ada lagi bayangmu, tak ada lagi janji itu.
masih dengan orang yang salah, masih dengan janji yang palsu
entah lah..
entah kapan semuanya akan berjalan indah sesuai yang ku harapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar