Senin, 25 April 2016

Dia "Q"

hii "Qi", ini bagian dari ceritaku..
delapan bulan yang lalu aku merasakan hal yang tak biasanya aku rasakan, ketika mataku tak lagi sama saat menatapmu. perasaan ku terasa berbeda saat melihat senyummu dikala itu. haruskah ku nyatakan jika ini cinta?

hii Qi,
tahukah kamu?
setiap cerita yang ku tulis, itu semua tentang mu
tahukah kamu?
namamu selalu ada di setiap percakapan panjangku dengan TUHAN
dan tahukah kamu?
tak satu pun hari aku tak merindukanmu.

hii Qi,
aku kira rasa ini akan berangsur meghilang dengan beriringnya waktu,
namun ternyata aku salah.
saat kita selalu bertemu di taman yang sering kita kunjungi, disaat itulah aku terpaksa berbohong,
berpura-pura tak mengenali dirimu seperti apa yang ku kenal jelas.

hii Qi
aku tak pernah ingin mengusikmu, mengacaukan setiap aktivitas yang kau lakukan,
hanya saja aku ingin terus melihatmu dari kejauhan,
kau tak perlu mengenalku lebih dalam, kau tak perlu menatapku lebih tajam, biarlah ini bagian dari urusanku yang harus ku selesaikan dengan baik. biarlah ini menjadi rahasia terbaikku dengan-Nya. kau tak perlu melakukan apapun untuk ini, cukup saja kau mengenalku.
tetaplah seperti itu, aku tak ingin mengacaukan perkenalan kita hanya dengan caraku yang mungkin tak bisa kau terima.

hii Qi
aku tak pernah tau siapa orang yang mengisi hatimu terhitung dulu hingga kini, namun jika kau pahami setiap cerita yang kutulis, "kamu" adalah satu ruang yang selalu kususun rapi sehingga nyamanku tak akan bisa terbaca olehmu.

hii Qi
jika aku bukanlah bagian dari titik fokusmu, biarlah aku tetap terus menulis tentangmu hingga jemari ku berangsur bosan dan meninggalkan cerita tentangmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar