ku teguk secangkir kopi hangat dimalam ini, bersama rintikan hujan serta alunan lagu yang terus kuputar beberapakali. bukan tak sengaja aku mendengarkan ini, hanya saja ada rindu yang ingin ku rasakan melalui sebuah melodi..
dulu.. kau sering memainkan nada-nada ini untukku,
dan berkata "hay hujan, teruslah bersuara sehingga langkahku tak tertuju ketempat lain selain tempat ini" dan kita tertawa bersama dikala itu.
kau duduk dihadapanku, dan aku masih mengingat senyum terbaikmu dikala itu, kau bercerita tentang hal konyol yang ingin terus ku dengarkan, dan kau meminta aku untuk terus bersuara, menceritakan hal-hal aneh yang bisa kita tertawakan bersama, seindah itukah cerita kita dulu ?
sudah berapa kali ku putar lagu ini, namun tak ada senyummu, tak ada suara mu, sedingin inikah sekarang suasana tanpamu?
aku terus melakukan aktivitasku, berharap kau pudar difikiranku, namun semakin aku menyibukkan diri kau semakin mengganggu di fikiranku.. seegois ini kah dirimu? selalu hadir dan merusak setiap hari-hari yang ku jalani..
kenapa masih kau kirimkan radar rindumu jika bukan aku yang kau rindukan, kenapa harus aku yang merasakan pahit di dalam kebahagiaanmu, jika aku terlalu bodoh maka ajarkan aku, agar aku tak berlarut dalam kebodohan bersama bayangmu.
bukan seraca diam-diam aku terus menyanyangimu, namun secara terang-terangan aku ingin melupakanmu, berharap rasa ini tak pernah ada, dan jika aku kembali jatuh dengan rasa yang sama, ku harap takkan pernah jatuh sesakit ini ..
dulu.. kau sering memainkan nada-nada ini untukku,
dan berkata "hay hujan, teruslah bersuara sehingga langkahku tak tertuju ketempat lain selain tempat ini" dan kita tertawa bersama dikala itu.
kau duduk dihadapanku, dan aku masih mengingat senyum terbaikmu dikala itu, kau bercerita tentang hal konyol yang ingin terus ku dengarkan, dan kau meminta aku untuk terus bersuara, menceritakan hal-hal aneh yang bisa kita tertawakan bersama, seindah itukah cerita kita dulu ?
sudah berapa kali ku putar lagu ini, namun tak ada senyummu, tak ada suara mu, sedingin inikah sekarang suasana tanpamu?
aku terus melakukan aktivitasku, berharap kau pudar difikiranku, namun semakin aku menyibukkan diri kau semakin mengganggu di fikiranku.. seegois ini kah dirimu? selalu hadir dan merusak setiap hari-hari yang ku jalani..
kenapa masih kau kirimkan radar rindumu jika bukan aku yang kau rindukan, kenapa harus aku yang merasakan pahit di dalam kebahagiaanmu, jika aku terlalu bodoh maka ajarkan aku, agar aku tak berlarut dalam kebodohan bersama bayangmu.
bukan seraca diam-diam aku terus menyanyangimu, namun secara terang-terangan aku ingin melupakanmu, berharap rasa ini tak pernah ada, dan jika aku kembali jatuh dengan rasa yang sama, ku harap takkan pernah jatuh sesakit ini ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar