pada malam aku menuliskan kata-kata yang tak mungkin bisa aku jelaskan melalui lisan ku.
malam masih tetap seperti kemarin, iya terlihat indah bersama para bintang dan bulan yang setia bersamanya,
tatkala hujan datang menghampirinya, memberikan aroma yang begitu indah untuk malam.
aku hanya bisa terbawa oleh suasana nya yang menghantarkan angin, berharap tersampaikan rindu yang kau berikan.
entah apa yang terasa didalam hati, kadang aku merindunya, kadang aku menyalahkan rasa yang telah Tuhan berikan.
jika kau bukan takdir yang tertulis untukku, mengapa selalu namamu yang tertulis disetiap hari-hari ku,
jika semua orang bosan dengan celoteh ku, apa kau tahu, aku lebih bosan menyimpan nama mu yang terlanjur dalam, hingga batas ku tak mampu untuk mengeluarkan mu dari setiap jerat-jerat fikiranku.
beritahu aku tentang suatu takdir, beritahu aku bila menunggu adalah jawaban dari takdir, dan sadarkan aku jika terlalu berharap padamu adalah takdir yang tak diinginkan.
terlalu lama aku berdiam, berharap takdir menjawab atas setiap persoalan ku, namun semakin aku menunggunya takdir tak kunjung menemui ku.
terlihat kau cukup bahagia setelah perpisahan yang panjang ini, tanpa aku, tanpa cerita dan tanpa kita.
kau terlalu bahagia dengan cerita barumu, bahkan kau melupakan cerita lama mu yang ingin sekali ia perbaharui dengan mu.
aku tak mengharapkan takdir mempertemukan kita, hanya saja aku mengharapkan takdir menghampiri bersama malam yang indah, membawa sejumlah cerita baru yang dapat kutuliskan di setiap jemari indah ku, dan jika ia telah datang, maka dimulai dari itu aku berhenti menulis semua tentang mu
malam masih tetap seperti kemarin, iya terlihat indah bersama para bintang dan bulan yang setia bersamanya,
tatkala hujan datang menghampirinya, memberikan aroma yang begitu indah untuk malam.
aku hanya bisa terbawa oleh suasana nya yang menghantarkan angin, berharap tersampaikan rindu yang kau berikan.
entah apa yang terasa didalam hati, kadang aku merindunya, kadang aku menyalahkan rasa yang telah Tuhan berikan.
jika kau bukan takdir yang tertulis untukku, mengapa selalu namamu yang tertulis disetiap hari-hari ku,
jika semua orang bosan dengan celoteh ku, apa kau tahu, aku lebih bosan menyimpan nama mu yang terlanjur dalam, hingga batas ku tak mampu untuk mengeluarkan mu dari setiap jerat-jerat fikiranku.
beritahu aku tentang suatu takdir, beritahu aku bila menunggu adalah jawaban dari takdir, dan sadarkan aku jika terlalu berharap padamu adalah takdir yang tak diinginkan.
terlalu lama aku berdiam, berharap takdir menjawab atas setiap persoalan ku, namun semakin aku menunggunya takdir tak kunjung menemui ku.
terlihat kau cukup bahagia setelah perpisahan yang panjang ini, tanpa aku, tanpa cerita dan tanpa kita.
kau terlalu bahagia dengan cerita barumu, bahkan kau melupakan cerita lama mu yang ingin sekali ia perbaharui dengan mu.
aku tak mengharapkan takdir mempertemukan kita, hanya saja aku mengharapkan takdir menghampiri bersama malam yang indah, membawa sejumlah cerita baru yang dapat kutuliskan di setiap jemari indah ku, dan jika ia telah datang, maka dimulai dari itu aku berhenti menulis semua tentang mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar