Rabu, 02 Juli 2014

kamu bukan penjahat

aku mencoba tersenyum, dikala semua orang memandang sebelah mata terhadapmu. mereka bilang aku mencintai seseorang yang tak pantas untuk dicintai, mereka bilang aku lebih layak mendapatkan yang terbaik. saat mereka tertawa lepas melihat mu, aku hanya dapat berkata didalam hati, mereka tidak tau betapa istimewanya kamu diantara orang-orang yang memakai jas, dasi dan sepatu kilat yang setiap malam mereka sikat agar terlihat berkilau di pagi hari.

mereka bilang kamu jahat, dengan pakaian yang kau kenakan setiap harinya. memakai kaos, celana jeans yang koyak di kedua lutut kaki mu, serta sandal jepit yang kau pakai kemana-kemana. kamu terlihat tampan sayang, kamu terlihat spesial diantara orang-orang yang tampan yang pernah aku kenal.

mereka tertawa melihatmu berbeda. tapi kamu pernah bilang, kamu tak punya apa-apa, kamu hanya punya hati yang bisa ku genggam dan tak akan pernah ada dusta di dalamnya. saat kamu mengatakan hal itu, aku tau kamu jujur. tidak seperti orang-orang yang mengatakan janji indahnya namun bercumbu dengan makhluk indah lainnya tanpa memikirkan hati yang telah tergenggam. dan disaat itu aku yakin, mereka tak berhak tertawa atasmu, aku yang layak menertawakan mereka, karna mereka terlihat sama di mataku, tak ada yang berbeda, hanya segerombolan manusia yang iri akan apa ada nya dirimu.

saaat aku bertanya cinta. kau tak mampu berputis seperti lelaki lainnya, kau hanya melontarkan senyummu, dan berkata "cinta aku ke kamu itu seperti lingkaran". aku mencerta jawaban singkatmu. dan aku yakin kau bukan lah lelaki yang mampu mengumbar cinta dalam kata-kata indah .

mereka melihatmu, tak jauh seperti layaknya lelaki jalanan. yang hidup di jalanan, bermakan debu dan mencari makanan melalui gitar di setiap detik-detik di lampu merah. aku menutup telingaku. yang aku tau, kamu yang selalu menjagaku, kamu yang mengajariku arti kesederhanaan, kamu yang membuka mataku, bahwa orang rendah di sekitar kita jauh lebih suci di bandingkan para-para tuan diatas segalanya yang hidup dengan hura-hura serta penuh dengan kesombongan serta kenikmatan dunia semata.

kamu benar, denganmu aku tak lagi mendengarkan caci maki dari orang-orang, aku bahagia bersama kesederhanaanmu, bagi ku kamu bukan orang jalanan seperti yang mereka katakakan, bagi ku kamu adalah lelaki baja, anak fakultas TEKNIK, yang akan membangun rumah indah kita di kedepan kelak.. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar