izinkan jemari ini untuk meluapkan isi hatiku yang mungkin tak dapat ku limpahkan oleh suara lembutku untukmu, ibu.
izinkan aku terus berkhayal akan kesuksesanku dikemudian hari kelak, untuk membahagiakan mu, mempertemukan mu dengan kuasa-NYA, beribadah bersama di depan rumah ALLAH.
aku tak bisa berbuat apa-apa di hari ini, esok atau pun setahun kemudian. tapi aku selalu punya doa, punya impian yang telah aku curahkan kepada-NYA.
bahwa anak mu yang selalu durhaka ini, anakmu yang selalu melawan denganmu, anakmu yang selalu menghabiskan uangmu, mempunyai cita-cita yang mulia untukmu ibu.
bersabarlah bu, aku belum bisa berbuat apa-apa untuk mu, bahkan seringkali aku merasa jenuh akan kuliahku, jenuh akan setiap kegiatan yang aku lakukan. namun di balik itu kau terus berharap bahwa aku tetap terus berjuang, aku malu ketika aku mulai merasa jenuh dengan kuliahku. aku malu dengan setiap doa yang kau panjatkan agar aku bisa menjadi orang yang berguna di rantau orang. maafkan aku ibu..
aku hanya bisa mendoakanmu di setiap sholatku, tetaplah bertahan, tetaplah kuat sampai saat nya aku mampu membahagiakan mu, jaga kesehatan mu ibu, bertahanlah hingga aku mampu menunjukkan toga serta baju wisuda yang akan aku berikan untukmu, sebagai hadiah yang mungkin tak dapat kuutarakan oleh apa pun.
tunggulah aku, sampai aku menunjukkan suksesku untukmu, tunggu aku sampai aku memperkenalkan sosok lelaki yang akan menjadi imamku, yang akan menjagaku serta yang mampu menyanyagimu selayaknya aku tulus menyayangimu..
bertahanlah sampai kau mampu melihat malaikat-malaikat kecil yang aku keluarkan dari rahimku. tetaplah ada untukku ibu, sampai kapanpun doa ku akan selalu ada untuk mu.
aku tak berani mengatakan ini di depanmu. namun ketahuilah aku orang yang sangat peduli denganmu, aku orang yang selalu menghawatirkan keadaan dan kesehatanmu dikala aku jauh dari mu..
terimakasih telah menjadi malaikat yang paling berharga di duniaku, jangan berhenti untuk terus menasehatiku dikala aku salah, jangan pernah berhenti untuk mendukung di setiap langkah kaki ku menuju masa depanku. tak ada ungkapan lain yang terucap di bibirku hanya kata aku mencintaimu di setiap hela nafasku, dan disetiap aliran darahku IBU..
izinkan aku terus berkhayal akan kesuksesanku dikemudian hari kelak, untuk membahagiakan mu, mempertemukan mu dengan kuasa-NYA, beribadah bersama di depan rumah ALLAH.
aku tak bisa berbuat apa-apa di hari ini, esok atau pun setahun kemudian. tapi aku selalu punya doa, punya impian yang telah aku curahkan kepada-NYA.
bahwa anak mu yang selalu durhaka ini, anakmu yang selalu melawan denganmu, anakmu yang selalu menghabiskan uangmu, mempunyai cita-cita yang mulia untukmu ibu.
bersabarlah bu, aku belum bisa berbuat apa-apa untuk mu, bahkan seringkali aku merasa jenuh akan kuliahku, jenuh akan setiap kegiatan yang aku lakukan. namun di balik itu kau terus berharap bahwa aku tetap terus berjuang, aku malu ketika aku mulai merasa jenuh dengan kuliahku. aku malu dengan setiap doa yang kau panjatkan agar aku bisa menjadi orang yang berguna di rantau orang. maafkan aku ibu..
aku hanya bisa mendoakanmu di setiap sholatku, tetaplah bertahan, tetaplah kuat sampai saat nya aku mampu membahagiakan mu, jaga kesehatan mu ibu, bertahanlah hingga aku mampu menunjukkan toga serta baju wisuda yang akan aku berikan untukmu, sebagai hadiah yang mungkin tak dapat kuutarakan oleh apa pun.
tunggulah aku, sampai aku menunjukkan suksesku untukmu, tunggu aku sampai aku memperkenalkan sosok lelaki yang akan menjadi imamku, yang akan menjagaku serta yang mampu menyanyagimu selayaknya aku tulus menyayangimu..
bertahanlah sampai kau mampu melihat malaikat-malaikat kecil yang aku keluarkan dari rahimku. tetaplah ada untukku ibu, sampai kapanpun doa ku akan selalu ada untuk mu.
aku tak berani mengatakan ini di depanmu. namun ketahuilah aku orang yang sangat peduli denganmu, aku orang yang selalu menghawatirkan keadaan dan kesehatanmu dikala aku jauh dari mu..
terimakasih telah menjadi malaikat yang paling berharga di duniaku, jangan berhenti untuk terus menasehatiku dikala aku salah, jangan pernah berhenti untuk mendukung di setiap langkah kaki ku menuju masa depanku. tak ada ungkapan lain yang terucap di bibirku hanya kata aku mencintaimu di setiap hela nafasku, dan disetiap aliran darahku IBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar